Laki-laki Merokok, Boleh. Perempuan Merokok, kok, Dipertanyakan?
Ketika seorang artis berjilbab bernama Zaskia Adya Mecca diketahui merokok, media infotainment sibuk mengulik-ulik masalah ini dan mempertanyakan "kejilbaban" -nya.
Jujur, merokok memang tidak baik untuk pribadi maupun untuk keberlangsungan hidup umat manusia di dunia (wah...). TIDAK BAIK BAGI MANUSIA DENGAN JENIS KELAMIN APA PUN dan mengakibatkan banyak masalah seperti yang tiap hari wara-wiri di bawah iklan rokok: KEMANDULAN, IMPOTENSI, MEMBAHAYAKAN KEHAMILAN DAN JANIN, DAN LAIN-LAIN. Tidak hanya untuk yang merokok (aktif), tapi juga yang tidak merokok (pasif).
Jadi jelas merokok itu NEGATIF dan PEROKOK itu NEGATIF. Masalahnya, mengapa kebanyakan anggota masyarakat kita begitu terganggu ketika seorang wanita merokok dan biasa-biasa saja ketika seorang laki-laki merokok. Begitu juga sesama wanita, sibuk "ngata-ngatain" wanita yang merokok sementara adik, pacar, atau suami sendiri merokok.
Kalau kita mau bersikap ADIL, kritik juga mereka yang kita juluki "USTADZ" atau "KYAI" atau "PEMUKA AGAMA" berjenis kelamin laki-laki yang merokok, jangan hanya "jilbaber" merokok yang dihakimi. Bukankah Islam sendiri (meskipun masih menjadi perdebatan) menyatakan merokok itu MAKRUH atau bahkan HARAM secara general dan tidak menyatakan MAKRUH atau HARAM UNTUK WANITA?
Ternyata, masyarakat yang gembar-gembor dengan persamaan hak antara laki-laki dan perempuan ini masih belum bisa melihat HAL NEGATIF YANG LALU-LALANG DI DEPAN MEREKA dengan jernih. Jangankan laki-laki, sesama kaum sendiri saja (baca: perempuan) masih begitu, deh. Semut di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak.
(Akhirnya, setelah berbulan-bulan uneg-uneg ini kutulis juga. Baru sempat. Beritanya sudah basi, tapi ga apa.)
Khusaeri, Ahmad
Rabu, 26 November 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar